Feel the Taste (from Filosofi Kopi 2)

Ben - filkopmovie2

Today, July 13th, adalah hari yang paling yang kutunggu-tunggu sejak beberapa hari ini. Why? Because Filosofi Kopi 2 The Movie officially release ke seluruh bioskop Indonesia. Wooohhooooo!!! πŸ˜€

What a day!

Sebagai penikmat kopi, rasanya wajib banget nonton film ini. Although gak harus jadi seorang “pengopi” dulu baru nonton film ini, but -you know- ini film is very worth it! Won’t say it too much, tapi jujur ini film kece banget. Bikin baper. haha! Sampai rumah aja ini masih baper jadinya kutulis di sini. Sekalian review sedikit.

Anyway, di review ini mungkin bakal ada spoiler dikit dikit. But, this movie is a must! (especially for you all who wanna watch Indonesian Movie).

Baper, asli! Kebawa ini rasa dari moment moment yang bikin greget itu. Banyak, gak cuma satu dua. Ugh greget banget asli. Yang belom nonton wajib nonton.

Ini film Indonesia yang simple yet meaningful. Setiap moment bikin greget. Dari awal mula, tengah, puncak klimaks, sampai ending. Gokil! Baru ini rasanya aku nonton film Indonesia sampe baper greget segininya. Haha!

Simple, nggak alay. Nggak bertele-tele. Unexpected!

benjody

Usaha mereka dalam mempertahankan kedai Filosofi Kopi. Saling pengertiannya sahabat. Memahami satu sama lain. Antara rasa dan logika.

“Buat saya bikin kopi itu meditasi, bukan matematika.”

Ben

benkecelahpokoknyaa

Okay, kita mulai sinopsisnya…

Ben dan Jody, sepasang sahabat deket banget tapi sering berbeda pendapat, berbeda karakter pula. Tapi mereka selalu memikirkan yang terbaik untuk satu sama lain, meski pakai moment berdebat dulu di tengahnya. Mereka memiliki kedai kopi di Jakarta, Filosofi Kopi namanya. Sebuah kedai kopi yang Ben tujukan untuk memberikan makna di setiap kopi yang dia buat untuk seluruh pelanggannya. Kopi yang dibuat sepenuh hati, yang untuk dinikmati sepenuh hati pula. Kopi yang bukan dibuat sebagai ajang pamer di sosial media. Kopi, yang benar benar kopi untuk dinikmati.

Ugh… Pengen rasanya dateng ke kedai Filosofi Kopi dimanapun itu…

Di film kedua ini, ada pemeran baru yaitu Tara dan Brie.

Tara adalah seorang investor yang memiliki sebagian saham milik Filosofi Kopi. Brie adalah seorang Barista fresh graduate dari sebuah Universitas Luar Negeri.

Kisah ini di setiap momentnya sungguh unexpected!

Bagian kedai jogja. Bagaimana mereka akan menjalaninya? Jody dengan pemikiran Paman Gobernya sangat memperingatkan Ben dan Tara mengenai pelonjakan uang yang mereka buat untuk membuka kedai Filkop cabang jogja. How to pay the rent? How to fulfill the equipment? How to hire “The Proper”-Barista, as Ben wishes? But they make it.

Lalu bagian kabar dari bapak Ben di Lampung. Ketika Ben harus kembali ke tanah kelahirannya. Ketika sebuah kejadian yang sangat mencengangkan terjadi sesaat setelah kembalinya Ben ke pekerjaannya. Ini greget banget di sini. See how Ben handle this, and how Jody thinks for any solution. And how Tara and Brie have to face it. Greget!

bendanbapaknya

Greget banget mulai dari sini ini. Kalian harus nonton sendiri supaya kerasa. Tak mau ceritakan lagi tentang bagian ini karena disinilah bagian bagian yang paling bikin baper.

Bagian how we have to face the reality we don’t expect to be. Kena!

Endingnya pun kukira bakal terjadi sebuah hal yang (mungkin) kami harapkan. Tapi ternyata ada hal yang lebih keren daripada apa yang kami harapkan. Muncul jenis kopi baru!

Ya. Ada kopi baru. Setelah Perfecto, Tiwus, kini ada satu kopi lagi yang muncul akibat kejadian-kejadian yang bikin greget itu.

Bagaimana peran Brie dalam bertahan di Filosofi Kopi. Bagaimana dia terus bertahan menghadapi sengitnya Ben di awal dia bekerja. Hingga akhir yang dia dapatkan sungguh bener-bener unexpected.

ben ehh brie

“Ada hal yang lebih penting daripada menyeduh kopi untuk orang lain,”

“…nanem kopi.”

Ben and Brie

Tara? Wahh ini pemeran yang jadi sumber greget di tiap kejadian. Yaa nggak secara langsung juga sii, tapi disitu ada Tara. Kejadian kejadian greget itu pasti ada Tara, yaa ada Brie juga dan Jody, tapi Tara yang utama disamping Jody yang juga utama.

Ehh… Soundtracknya juga kece loohh.. Bagus ih pengen download. Enak gitu buat iringan pas tea-time hehee…

Well, overall aku kasih point 9/10 untuk film Indonesia ini. 1 point yang kurang itu untuk tampilannya. Terutama bagian filter warna. Lebih suka tampilan warna yang Filosofi Kopi 1, lebih sesuai selera aku tepatnya πŸ˜€ . Tapi untuk jalan cerita, aku lebih suka yang Filosofi Kopi 2 ini, lebih kena rasanya!

Bisa lebih merasakan rasa.

Rasa kopi. Rasa sahabat. Rasa loyal dedikasi. Rasa cinta.

Feel the taste, from deep inside of your soul. Then give it to somebody you want to share with. πŸ˜‰

Filosofi Kopi, emang penuh arti… πŸ™‚

P.S. pics source: instagram.com/filkopmovie

P.S.S. Beberapa kutipan film mungkin berbeda sedikit dengan aslinya, namun intinya itu. πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: